Tag: Yayasan Rawindra Kata Hara

  • Wujudkan Wisata Berkelanjutan, Yayasan Rawindra Kata Hara dan Disparbud Jabar Tanam Pohon di Gunung Padang

    Wujudkan Wisata Berkelanjutan, Yayasan Rawindra Kata Hara dan Disparbud Jabar Tanam Pohon di Gunung Padang

    Dalam upaya merawat warisan sejarah sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem, langkah nyata pelestarian lingkungan menjadi keharusan. Mendukung terwujudnya destinasi wisata berkelanjutan (sustainable tourism), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat resmi menggelar kegiatan penanaman pohon di kawasan Rest Area Megalitikum Gunung Padang.

    Kegiatan pelestarian alam ini bukan sekadar program seremonial, melainkan wujud nyata sinergi lintas elemen. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, masyarakat lokal, serta kami dari Yayasan Rawindra Kata Hara turun langsung berpartisipasi memastikan kawasan bersejarah ini tetap hijau dan lestari.

    Sinergi Strategis untuk Kelestarian Situs Megalitikum

    Situs Megalitikum Gunung Padang merupakan salah satu aset sejarah dan budaya terbesar yang dimiliki Jawa Barat. Oleh karena itu, pengembangan kawasannya tidak boleh mengorbankan kondisi alam sekitar. Kehadiran Yayasan Rawindra Kata Hara dalam kegiatan penanaman pohon ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan kami terhadap pelestarian lingkungan, edukasi, dan penguatan budaya lokal.

    Sinergi antara pemerintah dan organisasi penggerak seperti Yayasan Rawindra Kata Hara menjadi pondasi penting. Kolaborasi ini memastikan bahwa setiap langkah pengembangan pariwisata tetap berpijak pada prinsip-prinsip ramah lingkungan yang menjaga keasrian ekosistem Gunung Padang untuk generasi mendatang.

    Kepemimpinan Disparbud Jabar dalam Pariwisata Berkelanjutan

    Kegiatan penanaman pohon ini dipimpin langsung oleh jajaran pejabat terkait dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Turut hadir mendampingi jalannya acara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jawa Barat, Bapak Dr. Iendra Sofyan, S.T., M.Si.

    Kehadiran beliau di lapangan menunjukkan dedikasi dan langkah proaktif pemerintah dalam mengawal konsep sustainable tourism di Jawa Barat. Melalui kepemimpinannya, Disparbud Jabar terus mendorong inisiatif yang menyeimbangkan antara daya tarik pariwisata ekonomi dan proteksi terhadap lanskap alam.

    Harapan Masa Depan Pariwisata Gunung Padang

    Melalui penanaman ratusan bibit pohon di area penyangga dan rest area, diharapkan kawasan Situs Gunung Padang akan semakin teduh, nyaman bagi wisatawan, dan terhindar dari risiko degradasi lingkungan seperti erosi. Lebih dari itu, langkah ini diharapkan mampu memicu kesadaran masyarakat luas serta para pengunjung untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kelestarian alam saat berwisata.

    Yayasan Rawindra Kata Hara akan terus mendukung penuh program-program pelestarian serupa. Mari bersama-sama kita rawat potensi daerah, jaga sejarahnya, dan wujudkan visi Jawa Barat sebagai pionir pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

    Budaya Indonesia Cianjur Diplomasi Budaya Disparbud Jabar Dukungan Kemenkraf Ekonomi Kreatif Generasi Muda Gilang Ramadhan Gunung Padang Human Library Inovasi Perpustakaan Kemenkraf RI Komoditas Lokal Kopi Cianjur Kuliner Dan Musik Literasi Budaya Literasi Budaya Nusantara Musik Perkusi Musik Tradisi Musik Tradisional Pariwisata Jabar Pelestarian Budaya Pelestarian Lingkungan Perpusnas Replikasi Program Ritme Nusantara Sawah Rhythm Storytelling Budaya The Cianjur Experience Wisata Berkelanjutan Yayasan Rawindra Kata Hara

  • Dorong Diplomasi Budaya dan Ekonomi Baru, Yayasan Rawindra Kata Hara Beraudiensi dengan Kementerian Ekraf Bawa Cetak Biru “The Cianjur Experience”

    Dorong Diplomasi Budaya dan Ekonomi Baru, Yayasan Rawindra Kata Hara Beraudiensi dengan Kementerian Ekraf Bawa Cetak Biru “The Cianjur Experience”

    Jakarta, 12 November 2025 – Sebagai upaya mendorong strategi pemasaran daerah yang terintegrasi, Yayasan Rawindra Kata Hara melakukan audiensi resmi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI (Kemenkraf) pada Rabu (12/11/2025). Dalam pertemuan strategis ini, Yayasan memaparkan proyek percontohan bertajuk “The Cianjur Experience: Integrasi Musik Tradisi, Komoditas Kopi, dan Narasi Sejarah sebagai Model Diplomasi Budaya & Ekonomi Baru” langsung kepada Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya.

    Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

    Audiensi ini merupakan langkah proaktif Yayasan—organisasi yang berfokus pada penguatan literasi dan budaya terinspirasi dari rekam jejak intelektual Ramadhan K.H.—untuk mengubah paradigma pemasaran komoditas daerah. Melalui cetak biru ini, Yayasan mengusulkan transisi dari sekadar “menjual produk” menjadi “menawarkan pengalaman budaya yang utuh.”

    Gilang Ramadhan, musisi profesional yang berdedikasi pada musik tradisi Indonesia sekaligus Pendiri Yayasan Rawindra Kata Hara, memaparkan bahwa Kabupaten Cianjur adalah titik tolak yang ideal. Cianjur memiliki dua aset historis yang saling terkait erat: Kopi Cianjur dan Musik Cianjuran (Mamaos).

    “Kami ingin membawa musik tradisi tampil ke depan dengan menggunakan kopi sebagai medianya. Kami memposisikan Musik Cianjuran sejajar dengan Kopi Cianjur sehingga keduanya membentuk satu identitas daerah yang kuat. The Cianjur Experience bukan sekadar tentang kopi atau musik semata, melainkan tentang bagaimana Indonesia dapat dengan percaya diri mempresentasikan sejarah, nilai-nilai, dan narasi budayanya kepada dunia,” jelas Gilang di hadapan jajaran kementerian.

    Menyoroti urgensi tata kelola industri yang diangkat dalam proyek ini, perwakilan Yayasan, Aming Sukandar, menjabarkan data ekspansi lahan kopi di Indonesia yang kini menyentuh angka hampir 1,3 juta hektare—naik signifikan dari 800.000 hektare pada 2015.

    Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

    “Produksi kopi kita sangat tinggi, namun serapan ekspor masih terbatas karena konsumsi domestik yang masif. Di balik angka ini, ada ratusan ribu pekerja yang hidupnya bergantung pada sektor kopi, dari PTPN hingga Perhutani. Kami berharap pemerintah, melalui Kemenkraf, dapat hadir lebih nyata dalam industri ini agar potensi raksasa tersebut bisa dikelola menjadi nilai tambah yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tegas Aming.

    Pemaparan visi kemudian diperkuat oleh Ketua Eksekutif Yayasan, Aldino Putra, yang membedah peta jalan (roadmap) dari The Cianjur Experience. Inisiatif ini dirancang sebagai blueprint terukur yang siap direplikasi secara nasional maupun diekspansi secara global.

    “Proyek di Cianjur ini adalah purwarupa. Model integrasi ini nantinya dapat direplikasi di kota-kota lain seperti Jakarta, Palu, NTT, dan Bali, untuk menonjolkan kekuatan akar budaya masing-masing wilayah. Pada fase kedua, kami telah menargetkan aktivasi dan presentasi komoditas budaya ini di empat kota internasional: Vancouver, Los Angeles, New York, dan Oslo,” urai Aldino.

    Usulan strategis Yayasan Rawindra Kata Hara mendapat respons positif dari pihak Kemenkraf. Menteri Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa inisiatif ini sangat selaras dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kemenkraf, khususnya dalam mendorong penyerapan tenaga kerja, investasi, dan ekspor.

    Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

    “Untuk memastikan dampak yang luas dan konkret, kita tidak bisa bekerja sendiri—banyak pemangku kepentingan yang harus dilibatkan. Kami siap bertindak sebagai orchestrator untuk merajut sinergi lintas-kementerian dan lintas-subsektor dalam mendukung penuh program dari Yayasan ini,” ungkap Menteri Riefky. Beliau juga mencatat bahwa investasi di sektor ekraf yang telah menyentuh 66 persen pada semester pertama tahun ini dapat terus didongkrak melalui strategi storytelling komoditas berbasis kearifan lokal seperti yang dirumuskan Yayasan.

    Turut hadir memperkuat delegasi Yayasan Rawindra Kata Hara dalam audiensi tersebut antara lain peneliti sejarah kopi Prawoto Indarto serta Shatria Dharma, yang diterima langsung oleh Menteri bersama Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu, dan Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Dadam Mahdar. Melalui kolaborasi ini, Yayasan optimistis dapat membangun ekosistem kreatif baru yang inklusif, berkelanjutan, dan berpijak pada narasi sejarah lokal nusantara.

    Sumber: Diadaptasi dari Siaran Pers Resmi Kementerian Ekonomi Kreatif RI, berjudul “Dukung Potensi Daerah, Kementerian Ekraf Jajaki Kolaborasi Program Musik Tradisi dan Kopi” (12 November 2025). (Opsional ditambahkan tautan):Baca rilis asli di sini

    #DukunganKemenkraf #TheCianjurExperience #YayasanRawindraKataHara #GilangRamadhan #MusikTradisi #KopiCianjur #DiplomasiBudaya #EkonomiKreatif #StorytellingBudaya #KomoditasLokal #Cianjur #KulinerDanMusik #KemenkrafRI #LiterasiBudaya #ReplikasiProgram